Bismillah, Walhamdulillah, Allahuakbar.
"Jiwa yang tenang ialah jiawa yang banyak mengingati TUHAN yang menciptakan, yang sentiasa bersyukur di atas nikmat pemberian dan rahmatNYA, jiwa yang tenang tidak sekali-kali mengharapkan apa-apa melainkan kasih sayang ALLAH"
Alhamdulillah, sehari lagi kita diberikan nikmat usia untuk terus mengecapi segala kurniaNya. Moga usia yang diberikan ini tidak dipersiakan...
Merdekakah kita? Itulah persoalan yang terdetik di hati. Bukanlah nak mempertikaikan apa-apa, jauh sekali untuk menafikan kewajaran sambutan kemerdekaan esok. Cuma ingin mengajak kita semua memikirkan sejenak realiti di hadapan kita.
Sesekali cubalah lihat pada bangsa 'merdeka' kita. Apakah kita dapat melihat wajah-wajah merdeka ataupun cuma rupawan-rupawan berhiaskan warna-warna penjajah? Fikirlah sejenak... di mana makna merdeka pada kecelaruan bangsa dan budaya yang terhidang di depan kita?
Merdekakah kita ketika minda kita saban hari dijajah? Ataupun mungkin itulah definisi merdeka pada kamus diri kita...
Merdekakah kita apabila melihat anak bangsa kita menagih-nagih budaya luar yang cukup janggal rupanya... menari-nari dalam kemabukan yang tak sudah, terkial-kial mencari arah ketika bangsa lain sudah tiba ke puncak kemajuan dan kemegahan, terpinga-pinga bagaimana untuk mengatur hidup setiap kali bangun pagi, menyerah tubuh demi keseronokan sementara? Merdekakah kita apabila kita telah belajar berbangga menerima nilai luar, dan akhirnya mengakui itulah nilai kita? Merdekakah kita apabila merempat di bumi sendiri, melihat orang lain meratah hasil yang ada?
Kalaulah segala-galanya terjawab...
Maaf salah dan silap.
Bersabar dan bersolatlah... Wassalam.

No comments:
Post a Comment